Senin, 08 Oktober 2018

Kecintaan Terhadap Bahasa Indonesia


TINDAKAN GENERASI MUDA UNTUK BAHASA INDONESIA


Oleh Dewi Rochmawati
S.Tr. Keperawatan Lawang Tingkat I
Poltekkes Kemenkes Malang


Seiring kemajuan teknologi pada era sekarang membuat masyarakat khususnya generasi muda tidak menunjukkan adanya kecintaannya terhadap bahasa persatuan bangsa ini, yaitu bahasa indonesia. Dengan mengikuti tren masa kini agar terlihat keren dan menganggap bahasa yang lebih maju, pemuda menggunakan bahasa asing untuk percakapan sehari hari. Contohnya untuk pecinta Korea yang sering menggunakan bahasa korea dalam percakapan terhadap sesama penggila korea karena adanya drama/film berbahasa Korea yang sering ditonton. Menyebabkan dengan mudahnya untuk menggunakan bahasa tersebut serta menghafalkan bahasa tersebut. Atau pada artis Indonesia saat ini lebih sering menggunakan bahasa inggris karena menurutnya bahasa Inggris tersebut bahasa yang lebih maju. Meskipun bahasa tersebut bahasa internasional, sikap tersebut tidak mencerminkan kecintaannya terhadap bangsa. Padahal, jika dilihat dari salah satu butir pada Sumpah Pemuda yang isinya “Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia”, yang berarti pemuda Indonesia sebagai warga negara indonesia harus menggunakan bahasa indonesia pada kehidupan sehari hari yang mencerminkan kecintaannya terhadap bangsa Indonesia.
Banyak faktor yang menyebabkan terkikisnya bahasa Indonesia. Dalam internal, pemuda lebih bangga dengan bahasa asing. Mempunyai prinsip bahwa bahasa Indonesia telah kuno. Dalam eksternal, disebabkan karena lingkungan ataupun pergaulan. Karena perkembangan teknologi semakin maju, dengan mudahnya meniru bahasa yang sedang tren dimasa sekarang.
Pemuda sebagai generasi muda yang cinta akan bangsa Indonesia alangkah baiknya mencegah terkikisnya bahasa Indonesia. Tanpa bergerak sejak dini, maka bahasa Indonesia akan semakin terkikis ataupun musnah. Maka seharus mencegahnya dengan cara, pertama pemuda harus lebih sering menggunakan bahasa Indonesia di kehidupan sehari – hari. Dengan demikian akan lebih fasih dalam pengucapan bahasa Indonesia tersebut. Kedua, pemuda harus lebih menggali ilmu tentang bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa baku yang benar, serta asli bahasa Indonesia itu sendiri tanpa adanya campuran dari bahasa asing. Tetapi, tidak hanya menggunakan bahasa yang baik dan benar, juga harus mencari tau sejarah perkembangan bahasa Indonesia. Itu bertujuan agar lebih menghargai jasa pahlawan serta perkembangannya dalam sejarah bahasa Indonesia. Dan juga,  sebagai mahasiswa yang mendapatkan ilmu bahasa Indonesia saat menempuh pendidikan pun mempunyai tujuan agar lebih memahami atau mendalami bahasa Indonesia. Sehingga dapat menerapkan bahasa Indonesia dengan lebih baik lagi di kehidupan sehari – hari. Ketiga, pemuda harus mengubah cara pandang yang menganggap bahwa bahasa asing lebih keren atau lebih maju daripada bahasa Indonesia. Meskipun perkembangan teknologi semakin pesat, pemuda tidak boleh terpengaruh hingga meninggalkan bahasa Indonesia. Biarpun dianggap ketinggala jaman karena tidak fasih menggunakan bahasa asing, namun dengan tindakan tersebut telah menunjukkan bahwa pemuda cinta terhadap bangsa sendiri terutama bahasa Indonesia. Keempat, sebisa mungkin pemuda mengembangkan bahasa Indonesia di taraf internasional. Misalnya jika mempunyai teman yang berasal dari luar negeri, dapat mengajarkan sedikit tentang bahasa Indonesia. Agar orang luar negeri tau mengenai bahasa Indonesia dan tertarik untuk belajar lebih dalam. Dengan demikian bahasa Indonesia semakin berkembang di negara lain. Dan yang terakhir, pemuda harus menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap bahasa Indonesia.
Tindakan – tindakan tersebut setidaknya mengurangi terkikisnya bahasa Indonesia di generasi muda saat ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa terkikisnya bahasa Indonesia disebabkan karena kurangnya kesadaran pada masing – masing individu warga negara Indonesia. Maka dengan demikian pemuda seharusnya sadar akan kecintaannya mengenai bahasa Indonesia itu sendiri, tanpa memperdulikan atau tergoyah dengan bahasa asing yang dapat mengurangi penggunaan bahasa Indonesia di kehidupan sehari – hari. Pemuda boleh saja belajar bahasa asing, akan tetapi tidak diperkenankan untuk melupakan bahasanya sendiri yaitu bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar