Selasa, 09 Oktober 2018

Kiat Sukses Menulis Artikel Ilmiah Bebas Plagiasi Bertema Keperawatan


Cara Menulis Artikel Ilmiah Tentang Keperawatan Bebas Plagiasi
 
Oleh Dewi Rochmawati
S.Tr Keperawatan Lawang Tingkat I
Poltekkes Kemenkes Malang



Sebelum elajar bagaimana membuat artikel ilmiah, sebaiknya mengetahui apa itu artikel ilmiah. Robert A. Day (1998) mendeskripsikan bahwa artikel ilmiah merupakan karya ilmiah berbentuk laporan tertulis serta diterbitkan yang menjelaskan hasil penelitian yang asli. Sebelum menulis artikel ilmiah, sebaiknya menetapkan konsep yang akan ditulis. Lalu langkah apa saja yang perlu dilakukan?
1.      Menyiapkan referensi
Referensi yang layak digunakan sesuai dengan keperawatan. Isi tulisan harus lengkap, serta jika referensi lebih dari 1, maka harus bertopik sama. Melihat profil penulis dari referensi tersebut. Dapat dilihat dari profesi atau gelar serta karya tulis yang telah dihasilkan. Tahun penulisan juga harus ada digunakan untuk rujukan riset. Referensi yang digunakan berasal dari luar negeri atau dalam negeri harus jelas. Media tulisan atau penerbit yang sudah terakreditasi sangat membantu dan tidak perlu diragukan kebenarannya.
2.      Mengutip secara langsung dan tidak langsung
Kutipan langsung adalah meng-copy paste dari sumbernya. Jika menggunakan kutipan langsung maka wajib mencantumkan sumber rujukan agar tidak dianggap plagiasi. Terdapat 3 model kutipan langsung. 1) kutipan ringkas yang kurang dari 40 kata, 2) kutipan ringkas 41-250 kata, 3) kutipan panjang menghilangkan beberapa kalimat. Sedangkan kutipan tidak langsung merupakan menyalin ide dari seseorang. Ditulis menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah inti ide tersebut.
3.      Daftar rujukan
Daftar rujukan dapat dari media cetak seperti buku, jurnal, majalah atau koran, dokumen resmi tanpa penulis atau tanpa lembaga, lembaga atau institusi, karya terjemahan, dan lain – lain. Serta dapat dari media elektronik seperti internet terdapat blog atau situs (sumber yang terpercaya seperti Google Scholar, researchgate.net, DOAJ.org, dan lain-lain), CD atau DVD, artikel jurnal sambung jaring (online), email, dan lain sebagainya.
4.      Mengecek plagiasi
Setelah membuat artikel ilmiah, alangkah baiknya mengecek plagiasinya. Dapat dicek di https://smallseotools.com/plagiarism-checker/ . Fungsi dari pengecekan tersebut dapat terhindar sebutan plagiator. Jika sudah mendapat 0%, berarti artikel ilmiah yang dibuat tidak plagiasi sumber lain.


Daftar Rujukan
Widyartono, D.2012.Keterampilan Menulis : Teknik Penulisan Kutipan. (http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/teknik-penulisan-kutipan/comment-page-1) diakses tanggal 9 Oktober 2018.
Widyartono, D.2012.Keterampilan Menulis : Teknik Penulisan Daftar Rujukan. (http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/teknik-penulisan-daftar-rujukan) diakses tanggal 9 Oktober 2018.
Widyartono, D.2015. Impelementasi Pindai Plagiasi Secara Sambung Jaring Pada Karya Tulis Ilmiah Siswa SMA. (https://www.researchgate.net/publication/320554874) diakses tanggal 8 Oktober 2018.
Widyartono, D.2015.Bahasa Indonesia Riset:Panduan Menulis Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi.Malang:Universitas Negeri Malang.
Fatchiyah.2016.Strategi Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah.Malang:UB Press.




Demam Berdarah Dengue


Mengenali Penyakit Demam Berdarah Dengue

Oleh Dewi Rochmawati
S.Tr. Keperawatan Lawang Tingkat I
Poltekkes Kemenkes Malang


Abstrak
Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang biasa disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dengan cara menggigit tubuh manusia. Dari gigitan nyamuk tersebut terdapat virus dengue yang mengakibatkan pendarahan pada pembuluh darah kapiler. Penyebab yang paling sering terjadi karena kebersihan lingkungan yang masih kurang dijaga. Serta saat daya tahan tubuh yang menurun menyebabkan sel darah putih melemah. Selain itu terdapat faktor DBD, salah satunya faktor usia. Umur dibawah 15 tahun sangat rentan terhadap penyakit. Sekitar 95% anak dibawah 15 tahun terjangkit penyakit ini. Gejala yang umum terjadi seperti demam tinggi yang mendadak sekitar 39° - 40°C, nyeri – nyeri diseluruh tubuh, mual, muntah, serta tidak nafsu makan. DBD dapat dicegah dengan membersihkan selokan atau tempat yang dapat menampung air, sehingga nyamuk tidak dapat bersarang dan bertelur. Lalu dengan sering menguras bak mandi dan diberi serbuk abate seminggu sekali. Melakukan fogging disekitar rumah. Jika telah terkena penyakit DBD, dapat diobati dengan istirahat yang cukup serta meminum cairan yang banyak. Meminum obat Paracetamol untuk meringankan rasa sakit serta menurunkan panas.

Kata Kunci : Penyakit, DBD, virus

Pendahuluan
            DBD singkatan dari Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang berasal dari nyamuk Aedes aegypti yang mempunyai virus dengue. Virus tersebut yang menyebabkan manusia mengalami demam panas yang tinggi serta rasa mual dan muntah, hingga tidak memiliki nafsu makan. Penyakit ini lebih banyak menyerang anak – anak dibawah 15 tahun yang masih rentan terhadap penyakit. Penyebab yang umum dikarenakan masyarakat kurang menjaga kebersihan lingkungan. Seperti tidak menguras bak mandi setidaknya seminggu sekali serta memberi serbuk abate, melakukan fogging di sekitas rumah, membersihkan tempat – tempat yang dapat digenangi air yang digunakan untuk berkembang biak nyamuk tersebut.
            Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus. Aedes aegypti lebih berperan dalam penularan penyakit ini, karena hidupnya di dalam dan di sekitar rumah, sedangkan Aedes albopictus di kebun, sehingga lebih jarang kontak dengan manusia (Depkes RI, 1992 a). Keberadaan jentik Aedes aegypti di suatu daerah merupakan indikator terdapatnya populasi nyamuk Aedes aegypti di daerah tersebut. Penanggulangan penyakit DBD mengalami masalah yang cukup kompleks, karena penyakit ini, belum ditemukan obatnya. Tetapi cara yang paling baik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan pemberantasan jentik nyamuk penularnya atau dikenal dengan istilah Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN – DBD) (Depkes RI, 1996 a).
            Dari data Depkes 2013, kasus DBD terjsdi di 31 provinsi dengan penderita 48.905 orang, 376 diantaranya meninggal dunia. Upaya yang telah dilakukan masyarakat untuk mengatasi penyakit DBD terfokus pada penyembuhan penyakitnya saja. Upaya yang efektif mengatasi masalah ini dengan memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dengan perilaku hidup sehat, namun masih banyak yang belum menyadari dan dilakukan oleh masyarakat (Kusumawati, 2004).

Pengertian
Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Tidak sembarang nyamuk, melainkan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini sering terjadi ketika musim hujan. Lingkungan akan lebih lembab ketika musim hujan, saat itu nyamuk Aedes lebih mudah berkembang biak. Menurut Hindra & Mila (2004:3) mengatakan “demam berdarah dikarenakan oleh virus dengue dari famili Flaviviridae dan genus Flavivirius. Virus dengue sebagai penyebab demam berdarah hanya dapat ditularkan melalui nyamuk”. Menurut Misnadiarly (2009:9) mengatakan “penyakit DBD adalah penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh virus dengue, menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan pendarahan, dapat menimbulkan kematian”. Sedangkan menurut Handrawan (2007:2)  mengatakan bahwa virus dengue dari gigitan nyamuk untuk masuk ke tubuh manusia. Nyamuk Aedes aegypti menggigit pada jam 06.00-09.00 dan 15.00-17.00 serta hanya nyamuk betina yang menggigit. Selain jam tersebut, nyamuk betina akan bertelur sekitar 200-400 butir di genangan air. Jadi dari teori – teori tersebt dapat disimpulkan bahwa demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang berasal dari gigitan nyamuk betina Aedes aegypti di waktu pagi hari dan sore hari.

Penyebab
Banyak sekali penyebab terjadinya demam dengue. Dari sumber halosehat.com, terdapat 12 penyebab, diantaranya seperti daya tahan tubuh menurun yang menyebabkan sel darah putih melemah sehingga virus dengue mudah untuk masuk, kurangnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar seperti terdapat banyak genangan air yang digunakan untuk tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut, serta penggunaan obat – obatan pereda nyeri dikonsumsi dengan sembarangan dan dalam waktu jangka panjang menyebabkan trombosit menurun dan virus dengue mudah masuk ke dalam tubuh. Dikutip dari dengue fever versi indonesia “demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini ditemukan di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Contohnya, demam berdarah merupakan penyakit endemik di banyak negara di Asia Tenggara”. Berdasarkan jurnal Kesmas yang dibuat oleh Margareta faktor iklim juga berpenagruh. Yang meliputi hujan, suhu, kelembapan intensitas cahaya serta kadar CO2. Pengetahuan masyarakat yang rendah juga berpengaruh. Penyebab tersebut sering kali diabaikan oleh masyarakat, karena kurangnya pengetahuan tentang demam berdarah dengue. Sering kali masyarakat menganggap hal – hal tersebut tidak begitu penting untuk kesehatan.

Faktor
Menurut Jhon (2006:12) terdapat 3 faktor yang mempengaruhi demam dengue yaitu faktor penjamu atau target penyakit artinya manusia rentan menular penyakit demam dengue, faktor penyebar (vektor) yaitu nyamuk Aedes aegypti  dan penyebab penyakit (agen) yaitu virus dengue tersebut, serta faktor lingkungan yang dengan mudahnya menularkan penyakit demam dengue. Sedangkan dikuti dari hellosehat.com “Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena demam berdarah DBD, yaitu tinggal atau berpergian ke area tropis. Dan infeksi sebelumnya dengan virus demam dengue meningkatkan risiko gejala yang serius jika Anda terinfeksi kembali”. Daerah tropis tempat nyamuk bersarang, sehingga orang yang tinggal atau bepergian di daerah tropis lebih mudah terkena demam berdarah dengue. Faktor lainnya yaitu orang yang sudah pernah terkena DBD akan lebih mudah terkena lagi. Faktor usia juga berpengaruh, 95% penderita DBD usia dibawah 15 tahun. Pada usia tersebut memang sangat rentan terjangkit penyakit, antara lain DBD. Sistem kekebalan tubuh yang rendah juga menyebabkan dengan mudahnya terjangkit penyakit DBD.

Gejala
Tanda – tanda demam dengue menurut Suharmiati & Lestari (-:5) khususnya anak – anak seperti demam tinggi yang mendadak serta wajah yang memerah, tidak nafsu makan, mual, muntah, dan pusing. Secara umum, ditandai dengan demam yang tinggi sekitar 39° - 40°C serta menggigil selama 5-7 hari, dan mendapat keringat yang banyak. Rasa nyeri pada seluruh tubuh, sehingga ketika tubuh digerakkan akan mengeluhkan rasa sakit. Ketika awal panas, akan muncul ruam di sekitar muka, leher dan dada.  Ada juga hingga terdapat pendarahan besar maupun kecil di kulit, gusi, hidung sert pencernaan. Menurut Doktersehat.com tanda – tanda demam dengue secara umum disertai nyeri pada sendi maupun kaki, ruam pada kulit serta sakit pinggang. Adapun dalam beberapa kasus, disertai gastritis dengan sakit perut seperti mual, muntah maupun diare.

Pencegahan
            Masyarakat harus melakukan pencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan untuk mengurangi terjadinya demam dengue. Menurut Rochmad pada artikel Suryahusada.com pencegahan dapat dilakukan dengan membersihkan rumah dengan memberikan semprotan cairan pembasmi nyamuk, membersihkan bak mandi serta memberi serbuk abate yang bertujuan untuk mematikan jentik – jentik nyamuk, serta mengupayakan tidak ada genangan air di tempat yang sekiranya dapat menampung air, memasang kawat antinyamuk di ventilasi rumah, menggunakan lotion antinyamuk dijam pagi dan sore, mengenakan pakaian yang longgar yang dapat melindungi dari gigitan nyamuk, membersihkan sekitar lingkungan rumah, mengadakan fogging agar lebih bersih. Menurut Hadinegoro (2005) terdapat 2 cara. Pencegahan menggunakan insektisida. Yang biasa digunakan yaitu malathion untuk mematikan nyamuk dewasa (adultisida), caranya dengan fogging. Dan temephos atau yang biasa disebut abate digunakan untuk membunuh jentik –jentik nyamuk atau larvasida, caranya dengan disebarkan di bak mandi atau tempat yang digenangi air. Untuk dirumah digunakan insektisida yang disemprotkan di ruangan seperti organoosfat, karbamat atau pyrethroid. Pencegahan tanpa insektisida yaitu dengan menguras bak mandi atau tempat yang dapat menampung air minimal 1 kali dalam seminggu, menutup rapat tempat penampungan air, serta membersihkan pekarangan rumah dari benda yang dapat digunakan untuk nyamuk bersarang.

Pengobatan
Jika sudah terkena demam dengue, maka dapat diobati dengan cara istirahat yang banyak, serta meminum cairan yang banyak, meminum obat yang dapat menurunkan demam yaitu Paracetamol yang dapat meringankan rasa sakit dan menurunkan demam yang tinggi, menghindari obat penghilang nyeri seperti aspirin atau ibuprofen yang dapat menyebabkan pendarahan. Pemberian obat harus dari resep dokter. Pengobatan terdapat 2 cara, dengan cara tradisional maupun medis. Dengan medis mengompres air dingin, meminum air putih minimal 20 gelas setiap hari, serta meminum obat penurun panas. Dengan tradisional, meminum obat herbal. Seperti kunyit dan temu ireng yang dapat memperbaiki kerusakan sel akibat serangan virus, lalu angkak yaitu seperti beras merah difermentasi, mampu meningkatkan trombosit dalam tubuh.



Kesimpulan
            Dari data yang telah dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa penyakit Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus dengue dari gigitan nyamuk Aedes aegypti di daerah tropis. Anak dibawah usia 15 tahun mudah dekali terkena DBD karena masih rentan terhadap penyakit. Penyebabnya yaitu kurang menjaga kebersihan lingkungan sekitar seperti membiarkan genangan air untuk bertelurnya nyamuk. Upaya pencegahan yang paling umum dapat dilakukan dengan cara menguras bak mandi setidaknya seminggu sekali serta menambahkan serbuk abate pada air. Pengobatan yang dilakukan ketika terkena DBD yaitu lebih banyak istirahat serta minum cairan yang banyak, tidak lupa periksa kedokter jika tidak ada perkembangan.
            


Daftar Rujukan


Dr. Hindra I. Satari, S., & Meiliasari, M. (2004). Demam Berdarah. Jakarta: Puspa Swara.
Dra. Suharmiati, M., & d. L. Tanaman Obat & Ramuan Tradisional untuk Mengatasi Demam Berdarah Dengue. Jakarta Selatan: Agro Media.
Drs. Djadjat Tisnadjaja, M. T. (2006). Bebas Kolestrol dan Demam Berdarah. Cibinong: PS.
Ginanjar, d. G. Demam Berdarah. B first.
Misnadiarly. (2009). Demam Bersarah Dengue (DBD) : Ekstrak Daun Jambu Biji Bisa untuk Mengatasi DBD. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Monica Esther, S. Demam Berdarah Dengue. EGC.
Nadesul, D. H. (2007). Cara Mudah Mengalahkan Demam Bersarah. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.
Prof. DR. Dr. Tjandra Yoga Aditama, S. M. (2011). Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Bakti Husada.
S.R, H. (2005). Demam Berdarah Dengue. JAkarta: FKUI.
Widyastuti, P. (2004). Pencegahan dan Pengendalian Dengue dan Demam Dengue : Panduan Lengkap. Jakarta: EGC.
Yulidar, & Dinata, A. (2016). Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk Demam Berdarah. Yogyakarta: Deepublish.
Sintorini, M.M.2007.Pengaruh Iklim terhadap Kasus Demam Berdarah Dengue, (http://jurnalkesmas.ui.ac.id/kesmas/article/view/279) diakses tanggal 9 September 2018.

DokterSehat. Ciri – Ciri Demam Dengue dan Demam Berdarah (https://doktersehat.com/kenali-ciri-ciri-demam-dengue-dd-dan-demam-berdarah-dengue-dbd/) diakses tanggal 9 September 2018.

Anugerah, H.Demam Dengue:Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan

(https://halosehat.com/penyakit/demam-berdarah/demam-dengue) diakses tanggal 9 September 2018.
Arifin, R. 2017. Demam Berdarah,(https://suryahusadha.com/en/view-content/articles/dengue-fever.aspx) diakses tanggal 9 September 2018.
VivaHealth.2012.Demam Berdarah.(https://vivahealth.co.id/article/detail/5061/demam-berdarah) diakses tanggal 1 Oktober 2018.
Samiadi,L.A.2017. Kenali Ciri-Ciri Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD),(https://hellosehat.com/penyakit/demam-berdarah-dengue-dbd/) diakses tanggal 9 September 2018.
Anshori, R.2014.Demam Berdarah Dengue. (http://eprints.ums.ac.id/32257/2/BAB%201.pdf) di akses tanggal 1 Oktober 2018.
Yudhastuti, R. Vidiyani, A.2008.Hubungan Kondisi Lingkungan. (http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/KESLING-1-2-08.pdf) diakses tanggal 1 Oktober 2018.

Senin, 08 Oktober 2018

Kecintaan Terhadap Bahasa Indonesia


TINDAKAN GENERASI MUDA UNTUK BAHASA INDONESIA


Oleh Dewi Rochmawati
S.Tr. Keperawatan Lawang Tingkat I
Poltekkes Kemenkes Malang


Seiring kemajuan teknologi pada era sekarang membuat masyarakat khususnya generasi muda tidak menunjukkan adanya kecintaannya terhadap bahasa persatuan bangsa ini, yaitu bahasa indonesia. Dengan mengikuti tren masa kini agar terlihat keren dan menganggap bahasa yang lebih maju, pemuda menggunakan bahasa asing untuk percakapan sehari hari. Contohnya untuk pecinta Korea yang sering menggunakan bahasa korea dalam percakapan terhadap sesama penggila korea karena adanya drama/film berbahasa Korea yang sering ditonton. Menyebabkan dengan mudahnya untuk menggunakan bahasa tersebut serta menghafalkan bahasa tersebut. Atau pada artis Indonesia saat ini lebih sering menggunakan bahasa inggris karena menurutnya bahasa Inggris tersebut bahasa yang lebih maju. Meskipun bahasa tersebut bahasa internasional, sikap tersebut tidak mencerminkan kecintaannya terhadap bangsa. Padahal, jika dilihat dari salah satu butir pada Sumpah Pemuda yang isinya “Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia”, yang berarti pemuda Indonesia sebagai warga negara indonesia harus menggunakan bahasa indonesia pada kehidupan sehari hari yang mencerminkan kecintaannya terhadap bangsa Indonesia.
Banyak faktor yang menyebabkan terkikisnya bahasa Indonesia. Dalam internal, pemuda lebih bangga dengan bahasa asing. Mempunyai prinsip bahwa bahasa Indonesia telah kuno. Dalam eksternal, disebabkan karena lingkungan ataupun pergaulan. Karena perkembangan teknologi semakin maju, dengan mudahnya meniru bahasa yang sedang tren dimasa sekarang.
Pemuda sebagai generasi muda yang cinta akan bangsa Indonesia alangkah baiknya mencegah terkikisnya bahasa Indonesia. Tanpa bergerak sejak dini, maka bahasa Indonesia akan semakin terkikis ataupun musnah. Maka seharus mencegahnya dengan cara, pertama pemuda harus lebih sering menggunakan bahasa Indonesia di kehidupan sehari – hari. Dengan demikian akan lebih fasih dalam pengucapan bahasa Indonesia tersebut. Kedua, pemuda harus lebih menggali ilmu tentang bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa baku yang benar, serta asli bahasa Indonesia itu sendiri tanpa adanya campuran dari bahasa asing. Tetapi, tidak hanya menggunakan bahasa yang baik dan benar, juga harus mencari tau sejarah perkembangan bahasa Indonesia. Itu bertujuan agar lebih menghargai jasa pahlawan serta perkembangannya dalam sejarah bahasa Indonesia. Dan juga,  sebagai mahasiswa yang mendapatkan ilmu bahasa Indonesia saat menempuh pendidikan pun mempunyai tujuan agar lebih memahami atau mendalami bahasa Indonesia. Sehingga dapat menerapkan bahasa Indonesia dengan lebih baik lagi di kehidupan sehari – hari. Ketiga, pemuda harus mengubah cara pandang yang menganggap bahwa bahasa asing lebih keren atau lebih maju daripada bahasa Indonesia. Meskipun perkembangan teknologi semakin pesat, pemuda tidak boleh terpengaruh hingga meninggalkan bahasa Indonesia. Biarpun dianggap ketinggala jaman karena tidak fasih menggunakan bahasa asing, namun dengan tindakan tersebut telah menunjukkan bahwa pemuda cinta terhadap bangsa sendiri terutama bahasa Indonesia. Keempat, sebisa mungkin pemuda mengembangkan bahasa Indonesia di taraf internasional. Misalnya jika mempunyai teman yang berasal dari luar negeri, dapat mengajarkan sedikit tentang bahasa Indonesia. Agar orang luar negeri tau mengenai bahasa Indonesia dan tertarik untuk belajar lebih dalam. Dengan demikian bahasa Indonesia semakin berkembang di negara lain. Dan yang terakhir, pemuda harus menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap bahasa Indonesia.
Tindakan – tindakan tersebut setidaknya mengurangi terkikisnya bahasa Indonesia di generasi muda saat ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa terkikisnya bahasa Indonesia disebabkan karena kurangnya kesadaran pada masing – masing individu warga negara Indonesia. Maka dengan demikian pemuda seharusnya sadar akan kecintaannya mengenai bahasa Indonesia itu sendiri, tanpa memperdulikan atau tergoyah dengan bahasa asing yang dapat mengurangi penggunaan bahasa Indonesia di kehidupan sehari – hari. Pemuda boleh saja belajar bahasa asing, akan tetapi tidak diperkenankan untuk melupakan bahasanya sendiri yaitu bahasa Indonesia.